HMD TEP UM dan EdTech Career Lab Bekali Talenta Teknologi Pendidikan Melalui Digital Showcasing Bootcamp

Selama dua hari, peserta mencermati materi yang dibawakan oleh dua narasumber asal Universitas Negeri Malang, yaitu Dany Wijaya Kesuma dan Chandrina Damayanti Setiasih. Program dirancang dengan model pembelajaran jarak jauh yang interaktif menggunakan Google Meet dan Google Classroom, yang dipadukan dengan praktik langsung berbasis proyek serta sesi refleksi diri mendalam dengan metode STAR.

By

Malang, 18 Agustus 2025 – Himpunan Mahasiswa Departemen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang (HMD TEP UM) telah menyelenggarakan Digital Showcasing Bootcamp pada tanggal 15–16 Juni 2025. Bekerja sama dengan program EdTech Career Lab, pelatihan ini bertujuan untuk memicu mahasiswa dan alumni teknologi pendidikan dalam eksplorasi diri, personal branding di platform LinkedIn, hingga menciptakan portofolio digital yang profesional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis dengan EdTech Career Lab, sebuah program yang digagas oleh Teknologi Pendidikan ID (EDTECH-ID) dan Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMATEPSI). Kolaborasi ini memastikan bahwa materi, metode pelatihan, dan hasil akhir yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan di industri serta membuka jejaring profesional yang lebih luas. Peserta pelatihan berasal dari berbagai universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Negeri Semarang.

Selama dua hari, peserta mencermati materi yang dibawakan oleh dua narasumber asal Universitas Negeri Malang, yaitu Dany Wijaya Kesuma dan Chandrina Damayanti Setiasih. Program dirancang dengan model pembelajaran jarak jauh yang interaktif menggunakan Google Meet dan Google Classroom, yang dipadukan dengan praktik langsung berbasis proyek serta sesi refleksi diri mendalam dengan metode STAR.

Dany selaku mahasiswa S2 Teknologi Pembelajaran memberikan wawasan dan prospek karir alumni teknologi pendidikan, terutama di lingkungan industri swasta atau privat. “Teknologi Pendidikan merupakan keilmuan yang sedang naik daun, terutama industri yang ingin memberikan pengalaman pelatihan yang efektif bagi para staff-nya” Simpul Dany di akhir materinya. 

Sedangkan Chandrina mengajak peserta pelatihan untuk mengeksplorasi berbagai teknik desain dan penulisan untuk sebuah portofolio digital. Mahasiswa yang aktif di kegiatan non-akademik secara interaktif memberikan arahan dan rekomendasi dalam sebuah portofolio digital. “Sebagai lulusan Teknologi Pendidikan, gunakan keterampilan teknis yang kalian dapat untuk menarik para rekruter dan mempertunjukkan kompetensi yang kalian miliki” tegas mahasiswa lulusan 2024.

Sesi unggulan dalam program ini adalah live audit portofolio dan akun LinkedIn, di mana peserta mendapatkan masukan konstruktif secara langsung dari narasumber maupun sesama peserta. Proses pendampingan tidak berhenti di sesi tersebut, melainkan berlanjut melalui platform Google Classroom dengan umpan balik personal untuk memastikan setiap peserta memperoleh arahan yang spesifik dan relevan dengan target karier masing-masing.

Kallista Lilian Shannon, selaku penyelenggara pelatihan, menegaskan tujuan akhir dari program ini. “Melalui program ini, lulusan TEP bukan hanya tahu teknologi, tapi tahu cara memanfaatkannya dengan kesadaran diri dan arah yang jelas. Ini bukan soal pencitraan, tapi soal bagaimana kita membentuk persepsi dengan tindakan yang konsisten dari identitas kita,” ujarnya.

Tentang HMD Teknologi Pendidikan UM

Himpunan Mahasiswa Departemen Teknologi Pendidikan UM adalah organisasi mahasiswa yang fokus mengembangkan kompetensi dan daya saing mahasiswa melalui berbagai program strategis, inovatif, dan berorientasi pada tantangan global.

Naskah ditulis oleh Kallista Lilian Shannon, diselaraskan oleh Rengga Prakoso Nugroho, dirilis pada publik pada Agustus 2025.